Halaman

Kamis, 23 Mei 2013

Intelegent Agents


Intelegent Agents

Kelompok E : Intelegent Agents .

Virtual Agent Character untuk Mendukung Intelligent LearningSystem Berbasis Web

1. Pendahuluan
Dialog merupakan hal yang paling dasar dalam suatu sistem komunikasi pembelajaran. Suatu sistem pembelajaran saat ini masih sangat bersifat statis dimana informasi text menjadi hal yang utama untuk disajikan. Seorang pengajar megupload materi melalui sistem yang ada dan siswa mendownload. Sistem
komunikasi yang tersedia pun juga berbasis text sebut saja seperti forum dan chating. Hingga pada akhirnya banyak sistem pembelajaran tidak banyak disukai. Menurut sebuah penelitian yang diampaikan oleh Blom [Bloom, B.S., 1984] dikatakan bahwa one-to-one teaching atau pengajaran secara kelompok kecil lebih
baik dibandingkan kelompok besar. Sistem pembelajaran saat ini sudah dapat dibuat untuk kelompok kecil, sehingga prose pembelajaran dapat berjalan baik. Ternyata pada kenyataannya sistem
pembelajaran ini masih belum juga berjalan secara maksimal. Sang-Mok Jeong dan Ki-Sang Song [Sang-Mok Jeong and Ki-Sang Song, 2005] dalam jurnalnya menyatakan bahwa jika human teacher (kehadiran pengajar) dalam lingkungan e-learning dapat dihadirkan maka efek yang sama akan diperoleh bila pengajaran dilakukan secara langsung one-to-one. Tulisan ini mencoba memberikan sebuah alternatif dengan menghadirkan visual
teacher sehingga dapat mendukung terciptanya intelligent learning system khususnya sistem komunikasi pembelajaran.
2. Definisi dan Karakteristik Agent
2.1. Defini Agent
Berikut adalah beberapa definisi agent dari beberapa sumber :
Webster’s New World Dictionary [Guralnik, 1983], agent didefinisikan sebagai: A person or thing that acts or is capable of acting or is empowered to act, for another.Disimpulkan [Romi Satria W, 2003]
_ Agent mempunyai kemampuan untuk melakukan suatu tugas/pekerjaan.
_ Agent melakukan suatu tugas/pekerjaan dalam kapasitas untuk sesuatu, atau untuk orang lain.
_ Caglayan [Caglayan et al., 1997] mendefinisikan software agent sebagai:
Suatu entitas software komputer yang memungkinkan user (pengguna) untuk mendelegasikan tugas kepadanya secara mandiri (autonomously).
_ Brenner [Brenner et. al., 1998] mendefinisikan bahwa agent harus bisa berjalan dalam kerangka lingkungan jaringan (network environment)
2.2. Karakteristik Agent
Pemahaman tentang software agent, fungsi, peran, dan perbedaan mendasar dikaitkan software program yang ada, berikut ini akan dijelaskan tentang beberapa atribute dan karakteristik yang dimiliki oleh software agent [Romi Satria W, 2003- 2006].
1. AutonomyAgent dapat melakukan tugas secara mandiri dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh user, agent lain ataupun oleh lingkungan (environment). Untuk mencapai tujuan dalam melakukan tugasnya secara mandiri, agent harus memiliki kemampuan kontrol terhadap setiap aksi yang mereka perbuat, baik aksi keluar maupun kedalam [Woolridge et. al., 1995]. Dan satu hal penting lagi yang mendukung autonomy adalah masalah intelegensi (intelligence) dari agent.
2. Intelligence, Reasoning, dan Learning:  Setiap agent harus mempunyai standar minimum untuk bisa disebut agent, yaitu intelegensi (intelligence). Dalam konsepintelligence, ada tiga komponen yang harus dimiliki: internal knowledge base, kemampuanreasoning berdasar pada knowledge base yang dimiliki, dan kemampuan learning untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungan.
3. Mobility dan Stationary: Khusus untuk mobile agent, dia harus memiliki kemampuan yang merupakan karakteristik tertinggi yang dia miliki yaitu mobilitas. Berkebalikan dari hal tersebut adalah stationary agent. Bagaimanapun juga keduanya tetap harus memiliki kemampuan untuk mengirim pesan dan berkomunikasi dengan agent lain.
4. Delegation: Sesuai dengan namanya dan seperti yang sudah kita bahas pada bagian definisi, agent bergerak dalam kerangka menjalankan tugas yang diperintahkan oleh user. Fenomena pendelegasian (delegation) ini adalah karakteristik utama suatu program disebutagent.
5. Reactivity: Karakteristik agent yang lain adalah kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya perubahan informasi yang ada dalam suatu lingkungan (enviornment). Lingkungan itu bisa mencakup: agent lain, user, adanya informasi dari luar, dsb [Brenner et. al., 1998].
6. Proactivity dan Goal-Oriented: Sifat proactivity boleh dikata adalah kelanjutan dari sifat reactivityAgent tidak hanya dituntut bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah penyelesaian apa yang harus diambil [Brenner et. al., 1998]. Untuk itu agent harus didesain memiliki tujuan (goal) yang jelas, dan selalu berorientasi kepada tujuan yang diembannya (goal-oriented).
7. Communication and Coordination CapabilityAgent harus memilikikemampuan berkomunikasi dengan user dan juga agent lain. Masalah komunikasi dengan user adalah masuk ke masalah user interface dan
perangkatnya, sedangkan masalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasidengan agentlain adalah masalah sentral penelitian Multi Agent System (MAS). Bagaimanapun juga untuk bisa berkoordinasi dengan agent lain dalam menjalankan tugas, perlu bahasa standard untuk berkomunikasi. Tim Finin [Finin et al., 1993] [Finin et al., 1994] [Finin et al., 1995] [Finin et al., 1997]dan Yannis Labrou [Labrou et al., 1994] [Labrou et al., 1997] adalah peneliti software agent yang banyak berkecimpung dalam riset mengenai bahasa dan
protokol komunikasi antar agent. Salah satu produk mereka adalah Knowledge Query and Manipulation Language (KQML). Kemudian masih berhubungan dengan ini komunikasi antar agent adalah Knowledge Interchange Format
(KIF).
3. MS Agent untuk menciptakan Visual Agent Character
MS Agent adalah suatu set layanan software yang dapat diprogram, yang mendukung presentasi dari karakter grafis beranimasi dalam interface Windows. Dengan adanya MS Agent, maka dapat memberikan lebih banyak nilai interaktif ke dalam programnya. Contoh penggunaan MS Agent versi 1 yang mudah didapati adalah Office Assistant pada program aplikasi MS Office97.
MS Agent secara garis besar mempunyai tiga layanan (services), yaitu animation service / layanan animasi, input service / layanan input, dan output service / layanan output. Berikut ini ada penjabaran dari layanan-layanan tersebut
Layanan animasi :
_ Load karakter
_ Load karakter default
_ Menganimasikan karakter
Layanan input :
_ Input active client
_ Support untuk pop-up menu
_ Support untuk speech input (input berupa perkataan/omongan)
_ Pemilihan speech engine
_ Event-event speech input
_ Window voice command (perintah dengan suara)
_ Listening tip
Layanan output :
_ Support untuk synthesized speech (suara yang dikeluarkan komputer dan
menyerupai suara manusia)
_ Support untuk audio output
_ Support untuk word baloon
_ Efek suara pada saat animasi
Untuk menciptakan virtual character untuk mendukung terciptanya intelligent learning system cukup digunakan layanan animasi dan layanan output, khususnya synthesized speech. Speech engine/penghasil suara yang digunakan adalah penghasil suara default MS Agent yang berbahasa Inggris.
Penutup
Pengembangan visual agent ini dapat juga digunakan untuk membuat fasilitas chating menjadi lebih dinamis atau dapat juga digunakan dalam penyampaian materi online lainnya.
Adapun saran yang penulis sampaikan adalah bahwa penciptakan character pada akhirnya juga dapat menetukan keberhasilan suatu pembelajaran untuk itu pemilihan character untuk visual agent (teacher) dapat disesuaikan.

REFERENSI : http://majour.maranatha.edu/index.php/jurnal-informatika/article/view/272

CAPTURING TACIT KNOWLEDGE


CAPTURING TACIT KNOWLEDGE

TUGAS KELOMPOK CAPTURING TACIT KNOWLEDGE
Nama kelompok Team Project :
 
1. Ario dwi pratama
 2. Fuja novriansyah
 3. Farid irawan
 4. Muhammad sya' bani
 5. Wahyu jaksana



Setiap tim harus mempersiapkan berdasarkan tema proyek mereka;
1. Wawancara [10 pertanyaan]
2. Kuesioner [10 pertanyaan]
3. Metode Tambahan [minggu depan]
Berikut yang dapat kami persiapkan dalam membangun kproyek tersebut dan tireapkan pada knowledge management system  :
1.       Wawancara [10 pertanyaan] :
a.       Metode atau Teknologi apa yang harus dimiliki dalam Desain KMS tersebut ?
b.      Tahukah pegawai anda jika aplikasi desain knowledge inimenggunakan Design KMS ?
c.       Apakah sistem knowledge management memerlukan bantuan atau pun teknologi yang lebih luas untuk membantu pegawai dalam menganalisa data penting yang sangat banyak?
d.      Seberapa detail persiapan sistem knowledge management untuk menangkap knowledge?
e.       Cara-cara apa yang akan anda gunakan untuk mengenali objek-objek knowledge?.”
f.       Adakah standarisasi pengarsipan dokumen atau file dalam sebuah Desain KMS tersebut?
g.       Solusi / masukan apa saja yang akan di berikan untuk di masa yang akan datang ?
h.      Bagaimana langkah atau cara anda dalam memberikan evaluasi disetiap proyek anda ?
i.        Di gunakan dalam hal apa sajakah hasil evaluasi tersebut?
j.        Adakah aspek lain dari KMS yang tengah dipersaingkan namun kita belum miliki?
2.      Questionairre (Kuesioner)
No
Pertanyaan
Kuisioner
Catatan
1
Rendah
2
3
4
5
Tinggi
1
Bagaimanakah persediaanknowledge yang dimiliki pada perusahaan ini? Apakah meningkat atau menurun?
2
Bagaimanakah kita dapat memastikan bahwa persediaanknowledge terus-menerus meningkat?
3
Dimana peringkatperusahaan Anda dalam haldimilikinyakemajuanpengetahuan yang diperlukan dalamindustriperusahaan Anda?
4
Dapatkah persaingan dengan mudah menyuburkan dan mengembangkanknowledge ini tanpa ditiru?
No
Pertanyaan
Rating
1
Cenderung
2
3
4
5
Kemungkinan besar
Catatan
5
Mengelolapengetahuanorganisasimerupakan pusatasosiasi strategi
6
Asosiasi memahamipotensialmenghasilkan pendapatan dariperusahaan aset pengetahuan dan mengembangkanstrategi untukpemasaran dan penjualan
mereka
7
Asosiasimenggunakanbelajar
mendukungkompetensi intiyang ada dan membuat yang baru
8
Individudipekerjakan,dievaluasi dankompensasi atas kontribusi merekauntukpengembanganorganisasi
9
Apakah struktur organisasi Andaperusahaan mampu membuat internpengetahuan transparan?
10
Apakah karyawan perusahaan Andamemahami intiperusahaan Andakekuatan kompetitif? Apakah mereka didorong untuk melakukannya? Apakah mereka diberikan
waktu untuk melakukannya?
11
Apakah perusahaan Anda tergantung pada pengetahuan dan kompetensisekitar nya:
- Orang-orang?
- Proses?
- Infrastruktur Teknologi?










3.      SSM (soft system methodology)  metode tambahan

Jumat, 17 Mei 2013

Knowledge Management System Life Cycle 

Di dalam suatu organisasi, terutama di dalam dunia kerja, seringkali terjadi regenerasi. Dari tiap-tiap generasi akan mengalami kejadian-kejadian dan akan memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Regenerasi dari tiap organisasi selalu terjadi. Oleh karena itu generasi yangbaru perlu mengetahui apa-apa saja yang telah dilakukan, dialami, dan pernah terjadi di organisasi, agar, perkembangan organisasi dapat lebih baik dan kesalahan yang terjadi dapat lebih kecil, dengan berbekalkan pengalaman, pengetahuan, data, dan dokumentasi-dokumentasi lainnya mengenai organisasi tersebut pada generasi-generasi sebelumnya. Bila tidak ada knowledge management, maka pengalaman-pengalaman, dan ilmu-ilmu yang telah di dapat oleh orang-orang sebelumnya, maka akan terbawa dan hilang begitu saja,seiring menghilangnya orang yang tergantikan tersebut.mungkin adnda masih bingung dengan apa yang saya ungkapkan barusan.

Contoh Sederhana:
Sebuah perusahaan mempunyai seorang pegawai yang sudah lama bekerja bertahun-tahun, mulai ketika ia menjadi pegawai junior, hingga menjadi kepala staff(pegawai senior). Jenjang waktu yang ditempuh pastinya tidak sebentar, oleh karena itu pengalaman yang didapat dan kemampuan yang dimiliki dibidangnyapun tidak sedikit, katakanlah telah mengalami berbagai proses pembelajaran(seminar, training, sertifikasi, dll) kemudian apabila pengetahuan yang dimiliki oleh satu orang pegawai ini tidak didokumentasikan, maka ketika pegawai tersebut telah habis masa jabatannya, maka penggantinya harus mengalami proses dari 0(nol) lagi, semisal, mengumpulkan pengalaman-pengalaman dari nol, atau harus mengalami training yang sama dengan seniornya terdahulu, yang mana pasti memakan biaya dan dari segi waktu kurang effisien.

Karena Itulan tercipta sebuah sistem yang sering dikenal manajemen pengetahuan, atau nge-trend dengan istilah Knowledge Management System Life Cycle.

Knowledge Management System Life Cycle mempunyai fungsi yang hampir sama dengan SDLC(System Development Life Cycle) yakni sebuah siklus sistem dalam membangun suatu suatu proyek. yang membedakan antara SDLC dan KMSLC adalah pendekatan yang dipakai.







SDLCKMSLC
System analyst mendapatkan informasi dari UserKnowledge Developer mendapat pengetahuan dari pakar
User tahu permasalahannya, tetapi tidak mengetahui solusinyaPakar mengetahui keduanya, baik permasalahan dan juga solusinya
Pembuatan sistem dilakukan secara berurutPembuatan sistem dilakukan dengan melakukan peningkatan-peningkatan juga secara interaktif
Pengujian dilakukan pada akhir setelah sistem terbentukPengujian dilakukan di awal sistem, mengacu pada pengetahuan pakar
TUGAS KELOMPOK CAPTURING TACIT KNOWLEDGE
Nama kelompok Team Project :

1.
Muhammad sya’bani
2.
Ario dwi pratama
3.
Farid irawan
4. Fuja Novriansyah
5. Wahyu Jaksana 

Kelas SI/81
Setiap tim harus mempersiapkan berdasarkan tema proyek mereka;
1. Wawancara [10 pertanyaan]
2. Kuesioner [10 pertanyaan]
3. Metode Tambahan [minggu depan]
Berikut yang dapat kami persiapkan dalam membangun kproyek tersebut dan tireapkan pada knowledge management system  :
1.       Wawancara [10 pertanyaan] :
a.       Metode atau Teknologi apa yang harus dimiliki dalam Desain KMS tersebut ?
b.      Tahukah pegawai anda jika aplikasi desain knowledge ini menggunakan Design KMS ?
c.       Apakah sistem knowledge management memerlukan bantuan atau pun teknologi yang lebih luas untuk membantu pegawai dalam menganalisa data penting yang sangat banyak?
d.      Seberapa detail persiapan sistem knowledge management untuk menangkap knowledge?
e.       Cara-cara apa yang akan anda gunakan untuk mengenali objek-objek knowledge?.”
f.       Adakah standarisasi pengarsipan dokumen atau file dalam sebuah Desain KMS tersebut?
g.       Solusi / masukan apa saja yang akan di berikan untuk di masa yang akan datang ?
h.      Bagaimana langkah atau cara anda dalam memberikan evaluasi disetiap proyek anda ?
i.        Di gunakan dalam hal apa sajakah hasil evaluasi tersebut?
j.        Adakah aspek lain dari KMS yang tengah dipersaingkan namun kita belum miliki?
2.      Questionairre (Kuesioner)
No
Pertanyaan
Kuisioner
Catatan
1
Rendah
2
3
4
5
Tinggi
1
Bagaimanakah persediaan knowledge yang dimiliki pada perusahaan ini? Apakah meningkat atau menurun?
2
Bagaimanakah kita dapat memastikan bahwa persediaan knowledge terus-menerus meningkat?
3
Dimana peringkat perusahaan Anda dalam hal dimilikinya kemajuan pengetahuan yang diperlukan dalam industri perusahaan Anda?
4
Dapatkah persaingan dengan mudah menyuburkan dan mengembangkan knowledge ini tanpa ditiru?
No
Pertanyaan
Rating
1
Cenderung
2
3
4
5
Kemungkinan besar
Catatan
5
Mengelola pengetahuan organisasi merupakan pusat asosiasi strategi
6
Asosiasi memahami potensial menghasilkan pendapatan dari perusahaan aset pengetahuan dan mengembangkan strategi untuk pemasaran dan penjualan
mereka
7
Asosiasi menggunakan belajar
mendukung kompetensi inti
yang ada dan membuat yang baru
8
Individu dipekerjakan, dievaluasi dan kompensasi atas kontribusi mereka untuk pengembangan organisasi
9
Apakah struktur organisasi Anda perusahaan mampu membuat intern pengetahuan transparan?
10
Apakah karyawan perusahaan Anda memahami inti perusahaan Anda kekuatan kompetitif? Apakah mereka didorong untuk melakukannya? Apakah mereka diberikan
waktu untuk melakukannya?
11
Apakah perusahaan Anda tergantung pada pengetahuan dan kompetensi sekitar nya:
- Orang-orang?
- Proses?
- Infrastruktur Teknologi?










3.      SSM (soft system methodology)  metode tambahan
Metode tambahan yang kami pilih adalah metode delphi method